Ciri pertama suatu masyarakat jahiliyah adalah tidak adanya iman yang sesungguhnya kepada Allah ta’aala. Sebagian masyarakat bisa jadi mengaku beriman, mengaku muslim. Namun dalam hal mengimani Allah ta’aala, mereka mengimani Allah ta’aala menurut selera, bukan sebagaimana Allah ta’aala memperkenalkan dirinya di dalam Kitab-Nya. Mereka tidak tunduk kepada Allah ta’aala, malah mereka yang mendefinisikan Allah ta’aala sesuai hawa nafsu.
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ
”Dan mereka tidak menghormati Allah ta’aala dengan penghormatan yang semestinya.” (QS Al-An’aam ayat 91)
Dalam suatu masyarakat jahiliyah mereka senang mengakui Allah ta’aala sebagai Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Tapi mereka tidak suka mendengar Allah ta’aala sebagai Yang Maha Keras siksaNya, atau Maha Memaksa, Maha Perkasa serta Maha Sombong. Padahal semua ini merupakan atribut dari Allah ta’aala yang jelas tercantum di dalam Kitab-Nya.
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
”Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah ta’aala amat keras siksaan-Nya.” (QS A-Anfaal 25)
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ
الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dia-lah Allah ta’aala Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah ta’aala Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah ta’aala dari apa yang mereka persekutukan.” (QS Al-Hasyr ayat 22-23)
Mengapa sebuah masyarakat jahiliyah bersikap pilih-kasih terhadap berbagai atribut Allah ta’aala? Karena mereka banyak tenggelam dalam perbuatan dosa dan maksiat, sehingga mereka sangat perlu dengan tuhan yang menyayangi dan mengampuni. Mereka suka dengan tuhan yang menjanjikan surga yang penuh kenikmatan. Namun mereka berusaha untuk tutup mata akan tuhan yang maha kuasa, maha perkasa dan maha keras siksaannya. Mereka menutup mata akan hadirnya neraka dengan segenap siksaannya yang mengerikan.
Sebab mereka ingin tetap bermaksiat namun tidak ingin menerima konsekuensi atau hukuman akibat maksiat tersebut. Maka mereka mengimani sebagian saja dari ketuhanan Allah ta’aala. Artinya, mereka tidak mau mengembangkan iman yang sesungguhnya kepada Allah ta’aala sebab mereka tidak siap menanggung resikonya. Mereka beriman dengan cara berangan-angan. Mereka beriman dalam mimpi belaka. Mereka sangat lemah dalam beriman. Sungguh benarlah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dengan sabda beliau sebagai berikut:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ
“Orang yang paling cerdas ialah barangsiapa yang menghitung-hitung/evaluasi/introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah kematian. Dan orang yang paling lemah ialah barangsiapa yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan (diampuni) Allah ta’aala.” (At-Tirmidzi 8/499)
Masyarakat jahiliyah tidak mau mengembangkan iman yang sesungguhnya kepada Allah ta’aala sebab mereka tidak siap menanggung resikonya
Muhammad Quthb, adik kandung asy-Syahid Sayyid Quthb rahimahullah, menyebut dunia modern sebagai jahiliyah abad 20 atau jahiliyah modern. Menurutnya “jahiliyah” bukan hanya keadaan di jazirah Arab pada masa awal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam diutus. Jahiliyah merupakan sifat yang mungkin berlaku bagi masyarakat manapun di zaman kapanpun bila memenuhi setidaknya empat kriteria.
Pertama, tidak adanya iman yang sesungguhnya kepada Allah ta’aala. Yaitu, sikap yang membuktikan kesatuan antara akidah dan syariat tanpa pemisahan.
Kedua, tidak adanya pelaksanaan hukum menurut apa yang telah diturunkan Allah ta’aala, yang berarti menuruti “hawa nafsu” manusia.
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
”...dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah ayat 49-50)
Ketiga, hadirnya berbagai thaghut di muka bumi yang membujuk manusia supaya tidak beribadah dan tidak taat kepada Allah ta’aala serta menolak syariat-Nya. Lalu, mengalihkan peribadatannya kepada thaghut dan hukum-hukum yang dibuat menurut nafsunya.
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آَمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
”Allah ta’aala Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah 257)
Keempat, hadirnya sikap menjauh dari agama Allah ta’aala, sehingga penyelewengan menjurus kepada nafsu syahwat. Masyarakat itu tidak melarang dan tidak merasa berkepentingan untuk melawan perbuatan asusila.
Itulah beberapa ciri menonjol setiap kejahiliyahan yang ada di muka bumi sepanjang sejarah. Semuanya muncul dari cirinya yang paling pokok, yaitu penyelewengan dari kewajiban berbakti dan menyembah Allah ta’aala sebagaimana mestinya.
Keyakinan orang beriman akan adanya kehidupan sesudah kematian menyebabkan dirinya selalu berada dalam mode standby menghadapi kematian
Keyakinan orang beriman akan adanya kehidupan sesudah kematian menyebabkan dirinya selalu berada dalam mode standby menghadapi kematian. Ia memandang kematian sebagai suatu keniscayaan. Tidak seperti orang kafir yang selalu saja berusaha untuk menghindari kematian. Orang beriman sangat dipengaruhi oleh pesan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ
“Banyak-banyaklah mengingat penghapus kenikmatan, yakni kematian.” (HR Tirmidzi 2229)
Sedangkan sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu pernah berkata: “Bila manusia meninggal dunia, maka pada saat itulah ia bangun dari tidurnya.” Subhanallah...! Berarti beliau ingin mengatakan bahwa manusia yang menemui ajalnya adalah manusia yang justru baru mulai menjalani kehidupan sebenarnya, sedangkan kita yang masih hidup di dunia ini justru masih ”belum bangun”. Sungguh, ucapan ini sangat sejalan dengan firman Allah ta’aala:
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)
Pantas bilamana Ali radhiyallahu ’anhu pula yang berkata: “Dunia pergi menjauh dan akhirat datang mendekat. Karena itu, jadilah kalian anak-anak akhirat, jangan menjadi budak-budak dunia. Sekarang waktunya beramal, dan tidak ada penghisaban. Sedangkan besok waktunya penghisaban, tidak ada amal.”
Bagaimanakah kematian orang beriman? Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:
عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَمُوتُ بِعَرَقِ الْجَبِينِ
“Orang beriman meninggal dengan kening penuh keringat.” (HR Ahmad 21886)
Penulis produktif Aidh Al-Qarni menulis: ”Saya menyeru setiap orang tua agar mengingat kematian. Sadar bahwa dirinya sudah mendekat maut serta tidak mungkin bisa lari darinya. Jadi, siapkan diri untuk menemui Allah. Karena itu, sudah sepantasnya ia menjauhi akhir kehidupan yang jelek dan memperbanyak amal kebaikan sehingga dapat berjumpa dengan Allah ta’aala dalam keadaan diridhai.”
Ambillah keteladanan dari kematian Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu. Ia ditikam oleh Abu Lu’luah saat sedang mengimami sholat subuh. Umarpun jatuh tersungkur bersimbah darah. Dalam keadaan seperti itu ia tidak ingat isteri, anak, harta, keluarga, sanak saudara atau kekuasaannya. Yang ia ingat hanyalah ”Laa ilaha illallah Muhammad rasulullah, hasbiyallah wa ni’mal wakil.” Setelah itu ia bertanya kepada sahabatnya: ”Siapakah yang telah menikamku?”
”Kau ditikam oleh Abu Lu’luah Al-Majusi.”
Umar radhiyallahu ’anhu lalu berkata: ”Segala puji bagi Allah ta’aala yang membuatku terbunuh di tangan orang yang tidak pernah bersujud kepada-Nya walau hanya sekali.” Umar-pun mati syahid.
Ketika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menghadapi sakaratul maut beliau mengambil secarik kain dan menaruhnya di wajah beliau karena parahnya kondisi yang beliau hadapi. Lalu beliau berdoa:
لا إله الا الله... لا إله الا الله... لا إله الا الله إن للموت لسكرات...
اللهم أعني على سكرات الموت... اللهم خفف علي سكرات الموت
“Laa ilaha illallah… Laa ilaha illallah… Laa ilaha illalla. Sungguh kematian itu sangat pedih. Ya Allah, bantulah aku menghadapi sakratul maut. Ya Allah, ringankanlah sakratul maut itu buatku.” (HR Bukhary-Muslim)
Aisyah radhiyallahu ’anha menuturkan: “Demi Allah, beliau mencelupkan kain itu ke air lalu meletakkannya di atas wajah beliau seraya berdoa:
اللّهُمَّ أَعِنيِّ عَلىَ سَكَرَاتِ الْمَوتِ
”Ya Allah, bantulah aku menghadapi sakratul maut.”
Saudaraku, marilah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja. Kematian yang sungguh mengandung kepedihan bagi setiap manusia yang mengalaminya. Hingga kekasih Allah ta’aala saja, yakni Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam berdoa agar Allah ta’aala ringankan bagi dirinya sakaratul maut. Tidak ada seorangpun yang tidak bakal merasakan kepedihan sakratul maut.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS Ali Imran 185)
Marilah saudaraku, kita mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan segera bertaubat memohon ampunan dan rahmat Allah ta’aala sebelum terlambat. Sebab begitulah kematian orang kafir. Suatu bentuk kematian yang diwarnai penyesalan yang sungguh terlambat.
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا
فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS Al-Mu’minun 99-100)
Isnin, 3 November 2008
Masyarakat Jahiliah
Sabtu, 1 November 2008
Syaitan Dan Kita : Tidak Boleh Dipisahkan?
Sabda Rasulullah saw :
“Sesungguhnya syaitan mengalir pada tubuh keturunan Adam pada aliran darahnya”
(Shahih Bukhari)
Demikianlah dahsyatnya kekuatan syaitan untuk mempengaruhi pancaindera, menundukkan telinga dan penglihatan manusia agar tunduk kepada hawa nafsu dan dosa. Demikianlah panca indera manusia, terus dimasuki oleh kekuatan syaitan sampai ke jiwanya sehingga saban waktu syaitan makin berkuasa dalam jiwanya malah makin tertutup jiwanya dari keinginan mulia.
Makin banyak sangka buruknya, makin banyak sombongnya, makin banyak menghina hamba Allah, semakin gelap keadaan itu maka semakin sempitlah terasa kehidupannya walaupun ia dalam keluasan harta, walaupun ia dalam kemudahan, walaupun ia disanjung orang. Maka ketika jiwanya merasakan kesempitan itulah ia tidak merasakan kebahagian melainkan azab. Masya Allah! Jika di dunia lagi sudah merasakan azab, bagaimana pula hal keadaan di akhirat kelak. Na’udzu billah!
Semua Tidak Terkecuali
Diriwayatkan pula didalam Shahih Muslim, ketika Sayyidatuna Aisyah rha diberitahu oleh Nabi SAW:
“Telah datang kepadamu syaitanmu”, maka berkata Sayyidatuna Aisyah ra “ya Rasulullah apakah di dalam diriku ini ada syaitan?”,“ya betul, di hatimu dan di dirimu itu ada syaitan”. Apakah di setiap manusia juga ada syaitannya? Rasul SAW menjawab, “ya benar pada setiap manusia itu ada syaitan penggodanya”, lalu bagaimana dengan engkau ya Rasulullah? Dan Rasul SAW menjawab. "Ya! pada diriku pun ada syaitannya, tapi Allah SWT sudah menundukkannya sampai syaitan itu pun menyerah”.
Demikian riwayat shahih muslim memperjelaskan lagi hadis riwayat Shahih Bukhari di atas bahawa syaitan itu mengalir di setiap aliran darah keturunan Adam. Begitulah ‘akrabnya’ hubungan syaitan dengan diri manusia. Dicerobohi hati-hati keturunan Adam ini lalu menghembuskan nafas-nafas kesesatan pada hati manusia. Sehinggalah akhirnya hati itu tunduk dibawah kekuasaan syaitan.
Apabila hati telah dikuasai, menguasai anggota lainnya adalah suatu yang mudah. Kerana hati ini adalah semacam jentera penggerak kepada anggota lainya, sebagaimana yang diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Sabda Nabi SAW:
“Di dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging. Ketika gumpalan daging itu baik maka baiklah seluruh tubuhnya, jika gumpalan daging itu buruk maka buruklah seluruh tubuhnya, ketahuilah gumpalan daging itu adalah hati”.
Kisah-Kisah Tauladan
Berdasarkan hadith ini, syaitan mampu keluar masuk dan menyelinap ke dalam hati sanubari kita tanpa sempadan. Bahkan tidak mampu dikesan. Semacam kita dan syaitan tidak boleh dipisahkan. Sebab itu, sebaik manapun seseorang itu, tetap tidak mampu lari daripada khaatir (lintasan hati) yang mendorong supaya memberontak mengingkari perintah Tuhan. Malahan berapa banyak kisah-kisah mereka yang pada awalnya sangat tekun menunaikan ketaatan akhirnya tersungkur rebah dilembah kemaksiatan.
Adapun kisah-kisah mereka yang dilaknat Tuhan kerana menjadi pengikut syaitan teramat banyak dan terkadang berlaku didepan mata. Namun demikian, Allah SWT memuliakan kita didalam kehidupan ini dengan mengutuskan Nabi Muhammad SAW yang membawa petunjuk kebenaran. Bagi yang menuruti petunjuk itu, runtuhlah kekuatan syaitan ke atasnya. Maka yakinlah! Syaitan sebenarnya tidak berkemampuan untuk meruntuhkan iman manusia. Sebesar manapun kekuatan syaitan, kekuatan Allah lebih besar menolong hamba - hambaNya. Jika Syaitan mampu menjebak manusia kepada dosa dan kemaksiatan sejauh-jauhnya, dalam sekejap saja Allah dapat hapuskan dosanya jika ia banyak bertaubat. Puluhan tahun hamba-Nya berbuat dosa dan kesalahan ternyata ia menebusnya dengan air mata taubatnya maka berguguranlah seluruh dosanya.
Selawat dan salam kepada Junjungan Mulia, Nabi Muhammad SAW yang melalui baginda, Allah menyediakan senjata bagi umat manusia dengan sabdaannya:
” Setiap keturunan Adam itu tidak lepas dari melakukan kesalahan (maksiat), dan kesalahan itu (penyelesaiannya) adalah dengan BERTAUBAT”.
Label: hadis
Ahad, 19 Oktober 2008
Mandi wajib yg betul
Mandi wajib merupakan perkataan yang mudah disebut, tetapi jangan terkejut jika dikatakan banyak umat Islam di tanahair kita yang tidak sah mandi wajibnya kerana tidak melakukannya dengan betul.
Untuk melakukan mandi wajib yang betul, seseorang itu tidak boleh melakukannya dengan hanya mandi secara berdiri atau duduk mencangkung sahaja. Sebaliknya, ia mesti dilakukan dalam kedua2 keadaan bagi membolehkan seseorang itu meratakan air ke seluruh anggota badannya yang zahir.
Penolong Pengarah Bahagian Dakwah, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), Uztaz Haji Mat Jais Kamos, 49, menegaskan, bagaimanapun, berdasarkan pengalamannya sebagai bekas kadi di Pejabat Agama Islam Gombak Timur dan penceramah, didapati banyak umat Islam yang tidak mengetahui perkara ini.
"Akibatnya, mandi majibnya menjadi tidak sah kerana tidak memenuhi salah satu rukun mandi wajib iaitu meratakan air keseluruh anggota badan yang zahir. Apabila mandi wajib tidak sah, ibadat yang dilakukan oleh seseorang itu juga turut tidak sah. Itulah akibatnya jika tidak melakukan mandi wajib dengan betul," tegas beliau ketika ditemui di rumahnya di Taman Sri Keramat Kuala Lumpur.
Mandi wajib yang juga sebagai mandi junub atau janabah tidak boleh dipandang ringan oleh umat islam. Setiap orang yang mlakukannya mestilah mengetahui dan memenuhi rukun2nya. Jika tidak mandi wajib seseorang itu tidak akan sah.
Rukun mandi wajib ada 3 perkara. Pertama, niat. Kedua, menghilangkan najis di badan. Ketiga, meratakan air keseluruh anggota badan yang zahir.
Niat mandi wajib: "Sahaja aku mengangkat hasar besar kerana Allah Taala."
Atau " Sahaja aku mandi wajib kerana Allah Taala."
Niat itu di dalam hati dan ia hendaklah disertakan ketika air sampai ke mana2 bahagian anggota badan.
Bagi perempuan yang habis haid, niat mandi wajib ialah: " Sahaja aku mengangkat hadas haid kerana Allah Taala." Manakala bagi perempuan yang habis nifas, niat mandi wajibnya ialah: " Sahaja aku mengangkat hadas nifas kerana Allah Taala".
Niat itu jika dilambatkan atau ketika seseorang itu memulakannya selepas dia telah membasuh salah 1 anggota badannya akan menjadikan mandi wajibnya tidak sah. Oleh itu dia mestilah memulakan kembali niatnya ketika dia mula menyampaikan air keseluruh anggota badannya. Sekiranya dia berniat sebelum air sampai ke badan, niat itu juga tidak sah. Oleh itu mandi wajibnya tidak sah.
Mengenai rukun mandi wajib yang ke2, iaitu menghilangkan najis yang ada pada badan, menurut Ustaz Haji Mat Jais, menurut Imam Nawawi, jika kita ada najis di badan, najis itu boleh dibasuh serentak dengan mandi wajib. Ertinya membasuh najis dengan mandi itu boleh disekalikan.
Sementara rukun mandi wajib yang ke3, iaitu meratakan air ke seluruh anggota badan yang zahir, meliputi kulit, rambut dan bulu yang ada di badan, sama ada bulu2 yang jarang atau lebat. Jika rambut seseorang itu ditocang atau disanggul, sekiranya tidak sampai air ke dalamnya, tocang atau sanggul itu wajiblah dibuka. Bulu2 dalam lubang hidung pula, tidak wajib dibasuh kerana dianggap batin. Tetapi sekiranya, bulu2 di dalam hidung itu bernajis, ia wajiblah dibasuh.
Mengenai kuku pula, jika di dalam kuku ada kotoran yg boleh menghalang sampai air ke badan khususnya di bahagian bawah kuku, kotoran itu wajiblah dibuang. Membuang kotoran di dalam kuku itu pula boleh dilakukan ketika sedang mandi.
Tentang rambut yg diwarnakan pula selain inai, inilah yang merumitnya. Sebenarnya jika rambut seseorang itu diwarnakan dengan pewarna selain inai, mandi wajib seseorang itu tidak sah. Oleh itu, seseorang yang mewarnakan rambutnya dengan pewarna selain inai, jika dia hendak mandi wajib, dia mestilah membuang pewarna pada rambutnya terlebih dahulu. Tetapi untuk membuang pewarna itu pula bagaimana?..
Inilah yang rumitnya. Sedangkan pewarna pada rambut itu sebenarnya tidak boleh dibuang begitu mudah.
Yang menyebabkan mandi wajib orang yang menggunakan pewarna pada rambutnya tidak sah kerana pewarna itu akan menyalut rambutnya yang menghalang air sampai ke rambut. Ini berbeza dengan inai. Inai sebenarnya akan meresap ke rambut, tetapi pewarna pula akan menyalut rambut menyebabkan air terhalang ke rambut.
Tetapi dalam hal ini, jangan pula ada yang salah faham. Sebenarnya pewarna itu jika dikeluarkan sijil halal oleh JAKIM dan sekiranya pewarna itu tidak bernajis, bukanlah bermaksud menjadi tidak sah. Dalam hal ini, sukalah saya menyatakan bahawa sembahyang dan mandi wajib itu berbeza.. Jadi, mestilah dipandang dari sudut yg berbeza.
Dalam hal ini juga, sukalah saya menyatakan, huraian mengenai rukun mandi wajib seperti yang telah saya nyatakan ini adalah merupakan perbezaan sah atau tidak mandi wajib. Jadi, ia perlulah diberikan perhatian yang lebih oleh umat Islam.
Mengenai sebab2 seseorang itu wajib mandi wajib pula, Ustaz Haji Mat Jais menegaskan, sebab2nya terdiri daripada 6 sebab. 3 sebab melibatkan lelaki dan perempuan iaitu kerana bersetubuh walaupun tidak keluar air mani, keluar air mani dan mati. Manakala 3 sebab lagi hanya melibatkan kaum perempuan sahaja, iaitu keluar darah haid, nifas dan melahirkan anak(wiladah) .
Mandi wajib boleh dilakukan di mana2 dengan menggunakan air mutlak sama ada air telaga, air paip, sungai laut dan tasik.
Bagi pasangan suami isteri yang bersetubuh pula, mereka tidak semestinya mandi selepas bersetubuh, tetapi diwajibkan mandi ketika ingin beribadat. Selepas bersetubuh pula, jika ia dilakukan pada waktu malam, jika tidak mahu mandi wajib, seelok2nya ambillah wuduk sebelum tidur itu adalah sunat, manakala tidak berwuduk sebelum tidur adalah makruh.
Panduan Tambahan
1. Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minima 5 kali sehari dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan, biarkan menitis dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo'a.
2. Untuk menghilangkan stress, perbanyaklah 'olahraga'. Cukup dengan memperbanyakkan solat. Ketika solat, kita mengerakkan seluruh tubuh. Lalu berkonsultasilah pada Allah SWT dengan dzikir dan do'a.
3. Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyuman. Tidak hanya di bibir tapi juga di hati. Jangan lupa bisikkan 'kata kunci', "Allahuma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula akhlaqku). (HR Ahmad).- DOA TENGOK CERMIN
4. Untuk punya bibir cantik, bisikkan kalimat-kalimat Allah, tidak berbohong atau menyakiti hati orang lain, tidak menyombongkan diri atau takbur.
5. Agar tubuh langsing, mulus, diet yang teratur dengan berpuasa seminggu 2 kali, Isnin dan Khamis. Jika kuat, lebih bagus lagi puasa Nabi Daud AS i.e. selang satu hari. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, dan air putih.
6. Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.
Rahsia 13
Inilah dia rahsia as-solat, sebagai peringatan bagi yang sudah tahu atau panduan bagi yang baru tahu......
1. Niat Sembahyang Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
2. Berdiri Betul Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.
3. Takbir-ratul Ihram Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur.
4. Fatihah Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.
5. Ruqu' Sebagai tikar kita di dalam kubur.
6. I'tidal Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika di dalam kubur.
7. Sujud Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.
8. Duduk antara 2 Sujud Akan menaung panji-panji nabi kita di dalam kubur.
9. Duduk antara 2 Sujud (akhir) Menjadi kenderaan ketika kita di padang Mahsyar.
10.Tahhiyat Akhir Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh Munkar & Nankir di dalam kubur.
11.Selawat Nabi Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.
12.Salam Memelihara kita di dalam kubur.
13.Tertib Akan pertemuan kita dengan Allah S.W.T.
Dari Abdullah bin 'Amr R. A., Rasulullah S. A. W.bersabda : "Senarai di atas adalah salah satu sebab mengapa orang Yahudi / Kafir tidak sukakan angka 13 dan juga Hari Jumaat. Itulah sebab mengapa mereka mencipta cerita yang begitu seram sekali iaitu " FRIDAY the 13th " jika ada di kalangan kamu yang perasan!!!"
Wassalam.
"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..." Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain..
Search
Categories
- pedoman (22)
- tips agama (11)
- Artical (8)
- hadis (8)
- quran (5)
- islan (4)
- Allah SWT (3)
- Firman Allah (2)
- Minda Mufti (2)
- Puasa (2)
- hukun 13 (2)
- 1 januari (1)
- ISLAM DIHINA DI MALAYSIA (1)
- Jangan (1)
- Lelaki (1)
- Sembahyang (1)
- Tarawih (1)
- Wanita (1)
Ads
Archives
- Februari 2026 (1)
- Oktober 2025 (1)
- Jun 2024 (1)
- April 2024 (1)
- Januari 2024 (1)
- September 2023 (1)
- Julai 2023 (1)
- Mei 2023 (1)
- Mac 2023 (1)
- September 2022 (1)
- Ogos 2022 (1)
- Julai 2022 (1)
- April 2022 (1)
- Januari 2022 (1)
- Disember 2021 (1)
- November 2021 (1)
- Oktober 2021 (1)
- Ogos 2021 (2)
- Julai 2021 (1)
- Jun 2021 (1)
- Mei 2021 (2)
- April 2021 (2)
- Mac 2021 (2)
- Februari 2021 (2)
- Januari 2021 (2)
- Disember 2020 (5)
- November 2020 (3)
- Oktober 2020 (1)
- September 2020 (3)
- Ogos 2020 (5)
- Julai 2020 (7)
- Jun 2020 (4)
- Februari 2020 (1)
- Julai 2019 (1)
- Julai 2018 (1)
- April 2017 (2)
- Januari 2017 (1)
- November 2016 (1)
- Ogos 2016 (1)
- Julai 2016 (5)
- Jun 2016 (1)
- Mei 2016 (3)
- April 2016 (3)
- Februari 2016 (4)
- Januari 2016 (1)
- Disember 2015 (2)
- September 2015 (1)
- Julai 2013 (1)
- Mei 2012 (1)
- April 2012 (1)
- Mac 2012 (7)
- November 2011 (1)
- Mac 2011 (1)
- November 2010 (2)
- Ogos 2010 (2)
- Julai 2010 (2)
- Jun 2010 (2)
- Mei 2010 (3)
- Mac 2010 (1)
- Februari 2010 (2)
- Januari 2010 (1)
- Disember 2009 (3)
- November 2009 (3)
- Oktober 2009 (1)
- Julai 2009 (9)
- Jun 2009 (5)
- April 2009 (6)
- Mac 2009 (1)
- Januari 2009 (2)
- November 2008 (2)
- Oktober 2008 (7)
- September 2008 (9)
- Ogos 2008 (2)
- Julai 2008 (4)
- Jun 2008 (7)
- Mei 2008 (16)
- April 2008 (13)
- Mac 2008 (11)
- Februari 2008 (3)
- Januari 2008 (6)
- Disember 2007 (3)
- November 2007 (8)
- Oktober 2007 (5)
- September 2007 (12)
- Ogos 2007 (6)
- Julai 2007 (9)
- Jun 2007 (9)
- Mei 2007 (7)
- April 2007 (7)
Partner
Blogroll
Facebook Badge
Page Popularity
Traffic Map
Traffic Feed
My Blog log
My List
-
-
Hello world!3 bulan yang lalu
-
-
[VIDEO] Husam Dedah Komisyen Balak Diguna Beli Wisma Tok Guru8 tahun yang lalu
-
Anekahosting.com web hosting murah terbaik di indonesia13 tahun yang lalu
-
-
Butterflies are Free14 tahun yang lalu
-
Top 10 Spyware and Adware May 201115 tahun yang lalu
-
Online bachelor degree16 tahun yang lalu
-
-
Breeding Betta Fish Successfully18 tahun yang lalu
-
-
-
-
-